PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif menyusul pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat dari dampak gejolak ekonomi global.
Menurut Zaini, menguatnya dolar AS terhadap rupiah merupakan faktor eksternal yang berada di luar kendali pemerintah daerah. Namun demikian, dampak yang ditimbulkan terhadap perekonomian daerah tetap harus diantisipasi sejak dini. “Pelemahan nilai tukar rupiah merupakan faktor eksternal yang tidak dapat kita kendalikan. Namun dampaknya perlu kita antisipasi, terutama terkait inflasi dan kestabilan harga kebutuhan pokok di daerah,” ujarnya, belum lama ini.
Ia menjelaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar kenaikan nilai dolar tidak memicu lonjakan harga barang yang dapat membebani masyarakat. Pengendalian inflasi menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kondisi ekonomi daerah tetap stabil. Selain itu, Zaini mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengatur pengeluaran di tengah kondisi ekonomi yang masih berfluktuasi. Ia meminta masyarakat memprioritaskan kebutuhan utama dan lebih selektif dalam melakukan belanja maupun investasi.
“Dalam situasi seperti ini, masyarakat perlu menyesuaikan pengeluaran sesuai kebutuhan. Kita lebih ke arah safety, mengamankan kondisi,” katanya. Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kota Palangka Raya akan menggelar High Level Meeting (HLM) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Pertemuan tersebut bertujuan menyusun strategi pengendalian inflasi sekaligus mengantisipasi dampak penguatan dolar terhadap harga barang dan jasa di daerah.
Pemerintah juga menyiapkan opsi pelaksanaan operasi pasar apabila terjadi gejolak harga kebutuhan pokok. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat. “Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah yang diperlukan agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga,” pungkasnya. ( bam)