KALTENG.CO-Aksi kekerasan dalam hubungan asmara kembali menelan korban. Seorang mahasiswi di Samarinda, Kalimantan Timur, berinisial LA (20), menjadi korban penembakan brutal yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri, MZ (22).
Insiden mengerikan ini terjadi menggunakan senapan angin di kawasan Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu.
Peristiwa tragis tersebut berlangsung pada Jumat malam sekitar pukul 22.25 WITA, tepat ketika korban baru saja hendak melangkah masuk ke halaman rumahnya. Akibat serangan mendadak itu, LA mengalami luka serius di bagian kepala dan harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Detik-Detik Penembakan Brutal Terekam CCTV
Aksi nekat yang dilakukan MZ tergolong sangat berani karena dilakukan di area pemukiman padat penduduk. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi kejadian, terlihat jelas bagaimana pelaku melepaskan tembakan dari jarak dekat ke arah korban.
Begitu peluru senapan angin mengenai kepala LA, korban langsung tersungkur. Melihat korbannya tak berdaya, MZ langsung memacu kendaraannya dan melarikan diri dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Warga dan kerabat korban yang mendengar keributan langsung histeris dan membawa LA ke rumah sakit terdekat.
Polisi Bergerak Cepat, Pelaku Diringkus dalam 4 Jam
Mendapat laporan mengenai insiden berdarah tersebut, tim Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu langsung bergerak melakukan pengejaran intensif. Polisi melacak sejumlah titik yang diduga kuat menjadi lokasi pelarian pemuda tersebut.
Kerja keras aparat membuahkan hasil. Kurang dari empat jam setelah penembakan, MZ berhasil diringkus tanpa perlawanan di tempat persembunyiannya di kawasan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Barang Bukti yang Diamankan:
-
1 Pucuk Senapan Angin (digunakan pelaku untuk menembak korban).
-
Rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, membenarkan penangkapan kilat tersebut. Saat ini pelaku sudah dijebloskan ke sel tahanan untuk menjalani pemeriksaan maraton.
“Ada laporannya dan untuk terduga pelaku sudah kami amankan. Masih pemeriksaan terhadap pelaku dan korban masih dirawat di rumah sakit,” ujar AKP Asriadi.
Motif Asmara: Diduga Gelap Mata Karena Diputus Cinta
Berdasarkan hasil penyelidikan awal oleh pihak kepolisian, motif di balik aksi nekat MZ diduga kuat karena masalah hubungan asmara. Pelaku disinyalir sakit hati dan tidak terima ketika korban memutuskan hubungan cinta mereka. Rasa kecewa yang mendalam itu berubah menjadi aksi nekat yang hampir merenggut nyawa mantan kekasihnya.
“Kemungkinan nggak terima diputusin, tapi kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan pelaku,” tambah AKP Asriadi.
Kondisi Terkini Korban dan Jalannya Hukum
Hingga saat ini, penyidik Kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi dan mendalami pemeriksaan terhadap MZ untuk memastikan motif mutlak di balik tindakan kriminal ini. Pihak kepolisian berjanji akan merilis detail kasus ini secara resmi dalam waktu dekat.
Sementara itu, korban LA dikabarkan masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis. Pihak keluarga dan kerabat berharap korban dapat segera melewati masa kritisnya, sementara pelaku dapat dijerat dengan hukuman seberat-beratnya atas tindakan keji yang telah dilakukannya. (*/tur)