BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Metode penelitian digunakan sebagai pedoman dalam memperoleh data, menganalisis kondisi kawasan riparian, serta membangun model keberlanjutan pembangunan Waterfront City berbasis daya dukung lingkungan dan resiliensi masyarakat.

Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan Mixed Methods, yaitu mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif sehingga mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi biofisik kawasan riparian, karakteristik sosial ekonomi masyarakat, serta dinamika pembangunan kawasan Waterfront City.

Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur kemampuan lahan, daya dukung lingkungan, serta kondisi hidrologi kawasan. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion, serta observasi lapangan untuk memperoleh informasi mengenai persepsi, budaya, dan tingkat resiliensi masyarakat.

Pendekatan Kuantitatif
  • Analisis kemampuan lahan
  • Daya dukung lingkungan
  • Kualitas air
  • Analisis spasial GIS
  • Valuasi ekonomi
Pendekatan Kualitatif
  • Wawancara
  • FGD
  • Observasi
  • Studi Dokumen
  • Analisis Kebijakan

Populasi dan Sampel

Lokasi penelitian berada pada kawasan riparian Sub-DAS Kahayan, khususnya Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Wilayah penelitian dipilih karena merupakan pusat rencana pembangunan Waterfront City dan memiliki karakteristik ekologi lahan gambut, permukiman bantaran sungai, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada Sungai Kahayan.

Objek Biofisik
  • Titik koordinat kawasan riparian
  • Tanah gambut
  • Vegetasi riparian
  • Kualitas air
  • Hidrologi sungai
  • Topografi
Objek Sosial
  • Pemerintah Daerah
  • Masyarakat bantaran sungai
  • Pemilik rumah lanting
  • Nelayan
  • Pedagang
  • Pelaku usaha lokal
Teknik Penentuan Sampel

Sampel biofisik ditentukan berdasarkan lokasi strategis sepanjang kawasan riparian, sedangkan responden dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan pengalaman, pengetahuan, serta keterlibatan langsung terhadap kawasan penelitian.


Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif sehingga mampu memberikan informasi yang komprehensif mengenai kondisi biofisik kawasan riparian, karakteristik sosial masyarakat, serta kondisi ekonomi wilayah penelitian.

Observasi Lapangan

Pengambilan sampel tanah, pengukuran kedalaman gambut, pengamatan vegetasi, serta identifikasi kondisi fisik kawasan.

Wawancara

Wawancara semi terstruktur kepada pemerintah, tokoh masyarakat, nelayan, pemilik rumah lanting, dan pelaku usaha.

Focus Group Discussion

Sinkronisasi hasil observasi, analisis teknis, serta persepsi masyarakat terhadap pembangunan Waterfront City.

Metode Jenis Data Output
Observasi Tanah, Hidrologi, Vegetasi, Topografi Data Biofisik
Wawancara Persepsi, Budaya, Ekonomi Data Sosial
FGD Validasi Temuan Rekomendasi
Dokumentasi Foto, Peta, RTRW Pendukung Analisis

Analisis Data

Analisis data dilakukan secara bertahap dengan mengintegrasikan hasil pengukuran lapangan, analisis spasial, serta hasil wawancara ke dalam model pembangunan berkelanjutan.

Analisis dilakukan menggunakan metode skoring dan overlay berdasarkan parameter kemiringan lereng, jenis tanah, kedalaman tanah, drainase, serta curah hujan untuk menentukan kelas kemampuan lahan.

Menghitung kemampuan kawasan dalam menopang aktivitas pembangunan, jumlah penduduk, serta kapasitas lingkungan dalam menerima beban pencemaran.

Menggunakan pendekatan valuasi ekonomi, analisis mata pencaharian, serta penilaian tingkat resiliensi masyarakat.

Pengolahan data menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghasilkan peta zonasi kemampuan lahan, daya dukung, dan kawasan konservasi.
GIS
Scoring
Valuasi
Simulation
Tahapan Penelitian
  1. Identifikasi masalah penelitian.
  2. Studi literatur.
  3. Observasi lapangan.
  4. Pengumpulan data biofisik.
  5. Pengumpulan data sosial ekonomi.
  6. Analisis kemampuan lahan.
  7. Analisis daya dukung lingkungan.
  8. Pemodelan System Dynamics.
  9. Simulasi skenario pembangunan.
  10. Penyusunan model keberlanjutan.

Pemodelan System Dynamics

Tahapan akhir penelitian menggunakan pendekatan System Dynamics sebagai alat simulasi untuk menggambarkan hubungan sebab-akibat antar variabel ekologi, sosial, ekonomi, dan pembangunan kawasan Waterfront City. Pendekatan ini memungkinkan peneliti melakukan simulasi berbagai skenario pembangunan sehingga dapat diketahui dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan kawasan riparian Sub-DAS Kahayan.

Feedback Loop

Hubungan timbal balik antar variabel yang saling mempengaruhi.

Stock

Variabel yang mengalami akumulasi dari waktu ke waktu.

Flow

Variabel yang menyebabkan perubahan nilai Stock.


Causal Loop Diagram (CLD)

Model Causal Loop Diagram digunakan untuk menggambarkan hubungan sebab akibat antara variabel pembangunan, kualitas lingkungan, pendapatan masyarakat, luas kawasan riparian, dan kebijakan pemerintah.

  • Pembangunan Waterfront City Investasi Infrastruktur
  • Investasi Infrastruktur Pertumbuhan Ekonomi
  • Pertumbuhan Ekonomi Peningkatan PAD
  • Pembangunan Berlebihan Penurunan Luas Hutan Riparian
  • Penurunan Hutan Riparian Penurunan Kualitas Air
  • Penurunan Kualitas Air Menurunnya Pendapatan Nelayan

Stock and Flow Diagram

Stock Inflow Outflow
Luas Hutan Riparian Rehabilitasi Alih Fungsi Lahan
Kualitas Air Konservasi Pencemaran
Pendapatan Masyarakat Investasi Penurunan Produksi
Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Migrasi

Simulasi Skenario

Skenario Pesimis
  • Pembangunan tanpa kontrol.
  • Kerusakan kawasan riparian.
  • Penurunan kualitas air.
  • Pendapatan masyarakat menurun.
  • Risiko banjir meningkat.
Skenario Moderat
  • Pembangunan sesuai RTRW.
  • Konservasi sebagian kawasan.
  • Relokasi terbatas.
  • Peningkatan ekonomi lokal.
  • Risiko lingkungan sedang.
Skenario Optimis
  • Konservasi kawasan riparian.
  • Rumah lanting tetap dipertahankan.
  • Green Waterfront.
  • Ekowisata berkelanjutan.
  • Kesejahteraan masyarakat meningkat.

Output Penelitian

Peta Zonasi

Peta kemampuan lahan, kawasan konservasi, dan area pembangunan.

Model Kebijakan

Rekomendasi pembangunan berbasis daya dukung dan keberlanjutan.

Simulation Model

Model System Dynamics untuk simulasi 20 tahun mendatang.

Kesimpulan BAB III

Metodologi penelitian dirancang menggunakan pendekatan Mixed Methods dengan mengintegrasikan analisis biofisik, sosial ekonomi, kemampuan lahan, daya dukung lingkungan, serta pemodelan System Dynamics. Melalui tahapan tersebut diharapkan dapat dihasilkan model keberlanjutan pembangunan Waterfront City yang adaptif, berbasis konservasi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan riparian Sub-DAS Kahayan.