BAB I
PENDAHULUAN

Model Keberlanjutan Sosio-Ekologi Kawasan Riparian Sub-DAS Kahayan : Integrasi Daya Dukung Lahan dan Resiliensi Masyarakat dalam Pembangunan Waterfront City

Latar Belakang

Pembangunan kawasan Waterfront City telah menjadi salah satu strategi pengembangan perkotaan modern yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan, estetika kota, serta pertumbuhan ekonomi berbasis kawasan tepian sungai. Di Kota Palangka Raya, Sungai Kahayan memiliki posisi strategis sebagai pusat kehidupan masyarakat sekaligus koridor ekologis yang menopang keberlanjutan wilayah. Rencana pembangunan Waterfront City di Kecamatan Pahandut diharapkan mampu mengubah kawasan bantaran sungai menjadi kawasan yang lebih tertata, produktif, dan memiliki nilai wisata tinggi.

Namun demikian, pembangunan tersebut menghadapi tantangan besar karena karakteristik biofisik wilayah berupa lahan gambut dan tanah aluvial yang memiliki daya dukung rendah serta rentan mengalami penurunan muka tanah (subsidence). Selain itu, perubahan tata ruang juga berpotensi mengganggu fungsi hidrologis kawasan riparian dan memengaruhi keberlanjutan ekosistem.

Di sisi lain, masyarakat bantaran Sungai Kahayan memiliki hubungan sosial, ekonomi, dan budaya yang sangat erat dengan sungai. Kehadiran rumah lanting, aktivitas perikanan, perdagangan sungai, serta budaya lokal menjadi bagian penting dari identitas kawasan. Oleh karena itu, pembangunan Waterfront City tidak hanya mempertimbangkan aspek fisik semata, tetapi juga harus mampu mengintegrasikan dimensi sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Fokus Penelitian
  • Keberlanjutan kawasan riparian.
  • Daya dukung lahan gambut.
  • Resiliensi masyarakat bantaran sungai.
  • Model pembangunan Waterfront City berbasis konservasi.
  • Pemodelan menggunakan System Dynamics.

Rumusan Masalah

Bagaimana kemampuan lahan dan daya dukung lingkungan kawasan riparian Sub-DAS Kahayan serta potensi dampak pembangunan Waterfront City terhadap ambang batas ekologis?

Bagaimana tingkat ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap Sungai Kahayan, persepsi terhadap pembangunan, dan tingkat resiliensi masyarakat dalam menghadapi perubahan kawasan?

Bagaimana membangun model System Dynamics yang mampu mengintegrasikan variabel biofisik, sosial, ekonomi, dan kebijakan pembangunan sebagai dasar pengambilan keputusan?

Tujuan Penelitian

01
Menganalisis kemampuan lahan dan daya dukung lingkungan kawasan riparian Sub-DAS Kahayan.
02
Mengevaluasi nilai ekonomi jasa ekosistem dan tingkat resiliensi masyarakat bantaran sungai.
03
Membangun model keberlanjutan menggunakan pendekatan System Dynamics sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Kebaruan Penelitian

1. Integrasi Konsep Lanting Urban
Mengintegrasikan rumah lanting dan aktivitas ekonomi masyarakat ke dalam konsep Green Blue Infrastructure.
2. Modifikasi Indeks Daya Dukung Riparian Tropis
Pengembangan indikator kemampuan lahan yang disesuaikan dengan karakteristik lahan gambut dan kawasan riparian Sub-DAS Kahayan.
3. System Dynamics
Menghasilkan model prediktif pembangunan kawasan Waterfront City berbasis hubungan biofisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan.